Perayaan Maulid Nabi Muhammmad SAW dan Kebakaran Kontrakan 20 Pintu di Bagan Batu

 

 


 

Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Tengah Pandemic

 

Perayaan Maulid nabi Muhammmad SAW tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pandemic Covid 19 yang melanda sejumlah Negara di dunia, lalu bagaimana umat muslim dunia memperingati hari besar tersebut? Maulid Nabi Muhammad adalah kegiatan sekaligus hari dimana ummat Islam memperingati Hari kelahiran Nabi yakni pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penggalan hijriyah maulid atau milad dalam bahasa arab berarti hari lahir. Kegiatan Maulid Nabi sudah menjadi tradisi di kalangan ummat Islam sedunia, secara substansi kegiatan ini adalah bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap sosok Nabi Muhammmad SAW.

Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung di kampung Al- Amin Bagan Batu 1 November 2021  dihadiri oleh sejumah warga dengan memakai masker dan protocol kesehatan lainnya, kegiatan berlangsung cukup singkat mengingat tidak diberlakukannya kegiatan yang membuat keramaian, daam kegiatannya hanya di isi ceramah oleh ust. Zakaria Sp.d dan pembacaan Al- Barjanji, lalu penutupan sholawat yang dibawakan ibu-ibu perwiritan .

Perayaan Mauid Nabi SAW tetap diakukan mengingat perayaan tersebut di undur satu hari oleh pemerintah yang menimbulkan kontra di masyarakat. Perayaan mauled nabi ini berlangsung dengan khidmat walaupun hanya sebentar.

 

 

 

 

 

 

 

 



 

Kebakaran di Rumah Kontrakan 20 Pintu

 

Peristiwa kebakaran kembali agi terjadi di kota Bagan Batu Riau kamis 28 Oktober 2021 okasi kebakaran terjadi di kontrakan Perumnas yang habis membakar 20 rumah kontrakan yang berdindingkan kayu atau papan peristiwa ini terjadi di malam hari tepatnya pukul 23:10 WIB, kebakaran ini cukup besar dan membuat para korban tidak sempat menyeamatkan barang- barangnya dikarenakan kondisi para korban sedang tertidur lelap.

Polsek Bagan Batu mengatakan penyebab pasti dari kebakaran tersebut diduga karena adanya korslet arus listrik yang mengakibatkan adanya percikan api, keadaan ini menjadi sulit ditambah kurang nya fasilitas DAMKAR sebagai pemadam kobaran api.

Hal ini juga membuat sejumah warga merasa kesal karena pejabat pemerintah setempat tidak efektif dalam memberikan fasilitas umum. Untuk para korban sendiri mereka mendapatkan bantuan tidak hanya dari camat tetapi dari beberapa organisasi masyarakat yang memberikan bantuan pakaian, sembako dan hal lainnya.

Pasanya kebakaran ini sering terjadi di daerah Bagana Batu, dan penyebabnya adalah listrik, diharapkan pemerintah bisa mengatur letak tata kota dan bekerjasama dengan para RT atau RW setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut tapi kerugian ditaksir ratusan juta  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan gambar

Goresan Gambar

Goresan Gambar