Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

CERBUNG 1

PROLOG    “Mau pesen apa mas??” “Yang ada tinggal bakso biasa aja, sama bakso urat yang mercon sama telur abis. Mie ayam nya juga abis!!” “Kalau bakso indomie mau ga ?” “Boleh mbak itu aja” “oke”   Hari ini di warung ibu cukup ramai, bahkan setelah magrib persediaan mie ayam sudah habis terjual dan yang tersisa hanya bakso biasa. Ya beginilah keseharianku menjelang mahasiswa semester akhir tumpuan tugas akhir tidak pernah lepas terpikirkan, ditambah lagi virus korona yang melanda di tahun 2020 awal. Seakan membuat satu dunia terguncang. Bagaimana tidak ekonomi yang lemah sangat berdampak pada kehidupan manusia. Seperti kami, orangtua ku adalah pedagang kecil ya bisa dibilang tidak terlalu kecil juga. Dari berjualan bakso ini orangtua ku mampu menyekolahkan kami untuk pendidikan jenjang tinggi, yupss. Apalagi kalau bukan bangku perkuliahan. Setelah korona melanda kami mahasiswa lebih banyak melakukan perkuliahan secara daring atau sistem online.disela daring ...

Goresan gambar

  Mungkin memang benar  Selama ini yang kita butuhkan hanya ruang dan waktu  Ruang yang dibutuhkan untuk menemukan hal baru Ruang yang dibutuhkan untuk mengenal diri sendiri Ruang yang dibutuhkan untuk memahami individu lain  Ruang yang dibutuhkan untuk bergerak, dan berproses layaknya manusia  Waktu yang dibutuhkan untuk memahami diri sendiri Waktu yang dibutuhkan setiap manusia untuk menciptakan hal baru, dan menikmati setiap proses yang ada  Waktu tidak pernah mengatakan instan  Dia hanya berputar sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia  Manusia tak ubahnya seperti kupu-kupu  Berawal dari ulat- kepompong - kupu-kupu  Metamorfosa yang mengajarkan cara pandang sebuah perbedaan 

Goresan gambar

  Kecewa  Aku terlalu banyak membuat luka  Dan itu terulang kembali  Kau mengalami luka yang sama  Dan merasakan sakit aku tidak akan akan pernah lupa  Kesalahan yang telah kuperbuat.  Dan sekarang aku menerima hukumannya.  Takkan pernah bisa aku mengulang kembali. Aku sedang merayu Tuhan,  Untuk memberiku kesempatan kedua  Memperbaiki segala kesalahan yang telah ku perbuat. Meski itu terasa mustahil  Untuk Merayu takdirnya 

Goresan gambar

Kalut  Jika benar memang pudar  Dan akan menghilang  Apakah benar akan sesakit itu    Setelah dibangun  Apakah akan semudah itu untuk dilupakan  Atau malah sebaliknya  Kenapa rasa pudar itu kembali muncul  Apa benar ini sebuah pertanda Tuhan  Atau sedang terlalu jauh kah, aku melangkah  Dan terlalu merasa yakin  Jika memang benar  Adakah kebesaran hati. Untuk menerima itu semua  maaf kan aku jika membuat ciptaan mu terluka