CERBUNG 1

PROLOG 

 “Mau pesen apa mas??”

“Yang ada tinggal bakso biasa aja, sama bakso urat yang mercon sama telur abis. Mie ayam nya juga abis!!”

“Kalau bakso indomie mau ga ?”

“Boleh mbak itu aja”

“oke”

 

Hari ini di warung ibu cukup ramai, bahkan setelah magrib persediaan mie ayam sudah habis terjual dan yang tersisa hanya bakso biasa. Ya beginilah keseharianku menjelang mahasiswa semester akhir tumpuan tugas akhir tidak pernah lepas terpikirkan, ditambah lagi virus korona yang melanda di tahun 2020 awal. Seakan membuat satu dunia terguncang. Bagaimana tidak ekonomi yang lemah sangat berdampak pada kehidupan manusia. Seperti kami, orangtua ku adalah pedagang kecil ya bisa dibilang tidak terlalu kecil juga. Dari berjualan bakso ini orangtua ku mampu menyekolahkan kami untuk pendidikan jenjang tinggi, yupss. Apalagi kalau bukan bangku perkuliahan.

Setelah korona melanda kami mahasiswa lebih banyak melakukan perkuliahan secara daring atau sistem online.disela daring aku berjualan membantu ibu dan ayahku untuk berjualan di warung, kami memiliki anggota sebenarnya. Tapi itu tidak menampik kemungkinan hal yang tidak kami inginkan terjadi, Yah.. banyaknya masalah kurang nya kejujuran atau rasa loyalitas antar anggota kepada atasannya mungkin itu yang terjadi.

 

“mau minum apa mas?”

“ teh botol ada ga? Kalau ada itu aja tiga.”

“ ada, sebentar.”

 

Hari itu kami kedatangan pengunjung tiga orang laki-laki mungkin dari rentang usia mereka hanya selisih dua atau tiga tahun. Dan pertemuan awal ini di mulai dari pertanyaan tadi. Dari sudut mataku atau hanya fantasi ku saja salah satu laki-laki diantara mereka melirik kearahku. Mungkin kami hanya menikmati keadaan sekitar yang tidak terlalu riuh, seperti pengunjung yang lainnya. Setelah mereka selesai makan dan membayar lalu pergi. 
Lelah yang dirasakan akan terbayar ketika dagangan yang kita jual habis. Alhamdulillah, ucapku disetiap rezeki yang Engkau berikan.   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan gambar

Goresan Gambar

Goresan Gambar